Sabtu, 06 Maret 2010

Suasana Kantor

Akhirnya bisa senggang lagi. Walaupun malam minggu tapi sama aja kaya hari2 yang lain. Ga masalah sih kalau ditanya orang kenapa malam minggu g ada acara ga bakalan aku jawab. Minggu ini ada beberapa perubahan 'besar' yang terjadi di kantor ku. mulai dari perubahan manajemen sampai dengan perubahan ruangan mengharuskan aku dan rekan2ku merubah beberapa kebiasaan kami.

Akhirnya bisa kayak dulu lagi ruanganku bisa ada privasi lagi. maklum sudah dari dulu kalau harus berbagi ruangan kayaknya ga nyaman aja sih. sebenarnya yang bikin ga nyaman dalam aku bekerja ada beberapa hal sih. Aku punya dua anak buah yang satu kalau aku lihat masih belum menemuka jati dirinya, jadi masih bellum mempunyai tujuan hidup ke depan, ga pa2 sih cuma tinggal ditempa sedikit aja dengan beberapa tanggung jawab nanti pasti dia bisa bersikap dewasa.

Kalau yang satu lagi sama seperti tipikal anak muda pada umumnya bersemangat, enerjik, impulsif, agak lebai dan masih menuruti egonya. Kalau untuk yang lain sih ga masalah tapi yang aku yang ga suka kalau impulsifnya lagi keluar, kesannya masalahnya dia adalah ang paling berat di dunia. sama seperti yang lain kayaknya perlu sedikit ditempa lagi dengan kenyataan hisup pasti dia bisa matang.

Ada lagi nih yang bikin kepikiran kalau lagi kerja yaitu anak2 akunting terutama tu anak 2 kalau lagi rame bisa rame banget, kalau liat cuma bisa ngelus dada. ni anak dua rupanya lagi ada masalh sama salah satu rekannya. awalnya sih aku ga tau. aku pikir becandaan biasa aja tapi setelah aku liat2 ko kayaknya terjadi sesuatu. kalau aku tangkap sendiri masalhnya sih cuma masalh pembagian tugas dan senioritas. maklum di kantorku dah agak lama ga ada OB jadi tiap ruangan itu tanggung jawab setiap penghuninya, mulai dari kunci, keamanan dan kebersihan itu jadi tanggung jawab tiap orang. Nah rupanya disini nih masalahnya. yah namanya masalh kalau dibiarin tambah lama tambah gede masalahnya. Seperti biasa aku cuma bisa dengerin masalhnya tapi ga bisa kasih solusi paling cuma bisa ngomong "yang sabar yah ..." maklum ga bakat jadi psikiater. Aku juga gak berani bantu apapun soalnya punya pengalaman buruk saat berusaha bantuin temen. ada yang bilang sok tau lah, cuma bisa ngomong, atau hal2 lain yang kayaknya terlalu berlebihan kalau diungkapkan. makanya sekarang aku ati banget kalau mau bantuin temen. soalnya kadang niat baik kita ga dihargai atau diartikan lain sama orang. kembali lagi ke pekerjaanku.

Ada fenomena aneh yang lagi terjadi di kantorku. apakah fenomena itu? sehubungan dengan perubahan manajerial yang terjadi berhembus isu yg kalau aku bilang agak di luar batas. kenapa aku bilang ini isu yang pertama sudah umum kalau yang namanya gosip pasti di besar2 kan apalagi kalu itu menyangkut orang yang tidak kita suka. Ada satu 'hukum' yang selama ini masih bisa dipertanggung jawabkan keabsahannya yaitu "3 kali gosip akan menjadi sebuah fakta", jadi walaupun sesuatu hal yang bukan fakta setelah diceritakan melalui 3 orang maka akan dianggap fakta. Yang kedua, ujung pangkal isu ini tidak jelas dari mana asalnya, Yang ketiga kalau isu ini bener aku lihat pihak2 yang berkepentingan harusnya sudah tahu dan mengambil tindakan tapi aku lihat ga ada apa2, mereka adem2 aja apalagi isu ini cukup 'besar'. Kalau ditanya pendapat aku sih aku cuma bisa jawab "no comment". Sebabnya yang pertama aku bukan dalam kapasitas untuk bisa membuktikan apakah hal itu benar atau salah jadi jika aku berkomentar pasti akan memperburuk keadaan. sebab yang kedua hal itu ga terlalu penting karena imbasnya ga berakibat langsung kepada ku jadi ga ada masalh. Yah gitu deh kita liat aja perkembangannya. ada lagi sih beberapa hal yang membuat suasana kerja ku jadi agak "berwarna". salah satunya yaitu standar gaji yang diberikan perusahaan kepada karyawan yang belum sesuai dengan standar UMR. hal yang satu lagi yaitu target penjualan yang diberikan perusahaan kepada setiap divisi. sekedar jujur biar fair kalau saat ini gajiku sendiri masih sesuai dengan UMR (bisa dibilang "cukup" dan divisiku saat ini belum ada target penjualan jadi ga terlalu pusingin hal itu "sori yah teman2 kalau ingat hal ini jadi merasa agak "bersalah" soalnya bidang pekerjaanku ga memerlukan aktivitas fisik yang berlebihan dibandingkan dengan rekan2 yang lain . kalau mau jawaban logis kayaknya hal2 diatas pasti pernah terjadi di semua tempat. Masalah hubungan dengan rekan kerja, standar gaji yang tidak sesuai, dan target penjualan aku lihat hampir disetiap tempat hal ini terjadi.

Tapi untuk hal2 yang aku tulis diatas kayaknya bakalan beda dengan pandangan orang. Jadi bagi yang membaca tulisanku ini kalau kalian tidak setuju dengan hal2 yang aku utarakan diatas, kalian cuma harus ingat satu hal kalau aku menulis hal2 diatas hanya itu dengan pandanganku bukan dalam pandangan kalian jadi jangan beri nilai atas hal2 yang aku tulis dengan benar atau salah. aku cuma ingin kalian berpikir" itu adalah yang dia pikirkan bukan yang aku pikirkan" itu saja. terlepas dari hal yang aku ungkapkan sebagai sesuatu yang benar atau salah.